Apa Bedanya Nyeri Otot dan Pegal Linu ?



Pengertian Nyeri Otot (Pegal Linu)

Dalam dunia kesehatan, pegal linu disebut sebagai nyeri otot (myalgia). Meski biasanya ringan dan hanya terjadi di satu otot tertentu, nyeri otot juga bisa terasa di seluruh bagian tubuh dan sangat menyiksa.

Nyeri otot bisa muncul di bagian tubuh mana pun, misalnya otot punggung, leher, lengan, paha, atau betis. Hampir semua orang pernah mengalaminya, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kebanyakan, pegal linu atau nyeri otot bukanlah kondisi yang serius dan bisa hilang dengan sendirinya setelah beristirahat.

Sebenarnya, nyeri otot bukanlah suatu penyakit, tetapi gejala dari suatu penyakit atau kondisi. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari postur tubuh atau gerakan olahraga yang tidak tepat, cedera otot, infeksi, hingga efek samping obat-obatan.


Meskipun demikian, tidak sedikit juga orang yang membantu mempercepat pemulihannya dengan minum obat pegal linu, menempelkan koyo, atau pijat. Anda perlu khawatir jika pegal linu tidak kunjung sembuh dalam waktu lama karena bisa jadi itu adalah tanda penyakit yang lebih serius.

Penyebab Nyeri Otot (Pegal linu):

Banyak hal yang bisa mengakibatkan pegal linu. Beberapa hal yang bisanya menjadi penyebab pegal-pegal, antara lain:
Terlalu banyak melakukan aktivitas fisik, misalnya karena belum terbiasa berolahraga, mencoba gerakan baru, berlatih lebih keras atau lebih lama dari biasanya, postur tubuh yang buruk, terjatuh, terbentur, atau mengalami kecelakaan dan tidak melakukan pemanasan dengan benar.    .
Kekurangan nutrisi, terutama kalsium dan vitamin D.
Kurang tidur, karena otot tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat sehingga lama-kelamaan menjadi tegang sehingga menyebabkan badan Anda mudah pegal-pegal.
Stres, sehingga tubuh lebih sulit melawan masuknya virus atau bakteri ke dalam tubuh. Tanda Anda tengah stres ialah jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah tinggi, sakit kepala, gemetar, sakit pada dada, dan merasa sesak napas.
Dehidrasi yang menyebabkan metabolisme di dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana mestinya.


Cara pengobatan nyeri otot (pegal linu) :

Jika pegal linu disebabkan oleh adanya infeksi di dalam tubuh, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memperoleh obat yang sesuai.

Namun, jika pegal linu hanya disebabkan oleh faktor fisik, beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, di antaranya:
Pijat
Minum obat pegal linu yang dijual bebas di pasaran dengan berbagai merk, termasuk ramuan tradisional alias jamu pegal linu.
Terapi panas, misalnya dengan mandi air hangat serta menempelkan handuk panas atau koyo ke area yang terasa linu.
Terapi dingin (dilakukan setelah terapi panas) gunanya untuk mengurangi ketegangan otot dan pembengakakan.
Memakai pakaian yang membungkus otot, misalnya legging atau kaus kaki.
Setelah berolahraga, lakukan pendinginan misalnya dengan jogging atau berjalan kaki.
Konsumsi suplemen antioksidan yang mengandung curcumin atau omega-3.
Minum susu
Minum kopi


Jika pegal linu tidak juga hilang setelah beberapa hari melakukan home treatment, Anda sebaiknya pergi ke dokter. Apalagi, jika pegal linu disertai dengan bercak merah, demam, adanya bengkak di area tubuh tertentu, maupun nyeri otot yang muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.

Nyeri otot biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, periksakan ke dokter bila nyeri otot disertai dengan kondisi atau karakteristik berikut:
    Demam.
    Muncul bengkak atau kemerahan di area yang nyeri.
    Nyeri muncul tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya.
    Nyeri muncul setelah mengonsumsi obat-obatan.
    Nyeri masih belum hilang setelah beberapa hari.

Waspada bila nyeri otot disertai dengan gejala-gejala di bawah ini, karena bisa jadi nyeri otot disebabkan oleh penyakit yang berbahaya. Anda perlu segera ke IGD di rumah sakit terdekat bila mengalami gejala : buang air kecil, tidak mampu menggerakkan bagian tubuh, kaku di area leher, sulit menelan, sesak napas.



 *Disclaimer: KabarWanita.com tetap menganjurkan sobat KaWan terutama yang memiliki riwayat kesehatan atau kondisi medis tertentu agar dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau pakar kesehatan perihal gejala-gejala yang dipaparkan pada artikel di atas jika terjadi pada tubuh sobat KaWan. Meskipun isi yang dipaparkan dalam artikel ini telah mengacu pada sejumlah studi kajian ilmiah, tapi hal ini bukanlah merupakan sebuah ilmu (Science) yang pasti (Exact) dan menyeluruh (Universal) dimana masih akan ada penelitian (Research) lebih lanjut oleh para ilmuwan (Scientist) sehingga isi dari artikel ini masih memungkinkan untuk direvisi kembali.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar